Baca berita di detik.com dengan judul “Cyrus Network: Partisipasi Masyarakat Depok di Pilkada Cuma 57%” (sumber : http://news.detik.com/berita/3091932/cyrus-network-partisipasi-masyarakat-depok-di-pilkada-cuma-57). Saya kecewa … Kenapa ngga di atas 90 %. Kalau baca di comment detik.com; kebanyakan dari mereka sudah malas dengan pemilu dan efek dari pemilu yang ngga jelas bla…bla…bla….

Tau ngga DPT di depok berapa ??

DPT di depok sejumlah 1.221.981 pemilih. (sumber : http://wartakota.tribunnews.com/2015/10/02/data-lengkap-dpt-untuk-pilkada-depok). Artinya kalau hanya 57% dari 1.221.981 hanya 696.529 pemilih, sisanya 525.451 pemilih golput atau ada kepentingan lain.

Dari jumlah 525.451 pemilih terdapat 525.451 kertas suara yang dihancurkan. Kalau harga cetak per kertas suara Rp. 100,- artinya ada Rp. 52.545.100,- uang terbuang percuma.

Itu hanya Kota Depok, bagaimana kalau 263 kabupaten/kota yang lain juga sama. Ada Rp. 13.819.361.300,- uang terbuang percuma.

Kenapa harus golput ? golput tidak menyelesaikan masalah…

Memilih, paling tidak ikut menentukan arah kebijakan pemerintah.

golput

(sumber: http://statis.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2013/10/golput.jpg)

 

 

Kok pemilih depok cuma 57 % ?

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *